Home » » PENGOLAHAN DATA GEOLISTRIK MENGGUNAKAN IP2WIN

PENGOLAHAN DATA GEOLISTRIK MENGGUNAKAN IP2WIN

Posted by Nyontek..?? on February 23, 2016


Geolistrik Konfigurasi Schlumberger adalah salah satu metode geofisika. Metode ini memanfaatkan sifat kelistrikan dari dalam bumi yang berguna untuk memperkirakan litologi batuan di dalamnya. Dalam eksplorasi, metode ini sering digunakan untuk identifikasi air tanah, bidang gelincir, mineral logam, panas bumi dan geoteknik. Survey geolistrik terbagi menjadi dua yaitu survei mapping dan sounding.

Mapping merupakan survei untuk mengetahui sebaran secara lateral. Konfigurasi yang sering digunakan pada survei ini yaitu dipole-dipole, wenner dan wenner schlumberger. Survei sounding untuk mengetahui litologi batuan secara vertikal. Survey ini biasa digunakan untuk mengidentifikasi air tanah.

            Software ip2win merupakan software yang digunakan untuk mengolah data 1D. software ini cocok digunakan untuk mengolah data schlumberger. Alur pengolahan data schlumberger menggunakan IP2win sebagai berikut :

1.     Buka aplikasi IP2win, klik new kemudian  masukan nilai AB/2 dan MN.
Bedasarkan Data yang diperoleh dari lapangan antara lain nilai AB/2, MN/2 dan rho. Pada aplikasi IP2win, nilai masukan adalah MN maka nilai MN/2 yang diperoleh  dari pengukuran lapangan harus dikali 2.Ataupun dapat langsung mengambil data yang berformat txt.



Klik “ok” maka selanjutnya akan muncul menu memilih konfigurasi 

2.     Memilih konfigurasi MN.
Karena menggunakan MN/2 maka gunakan nilai MN 2. Kurva warna hitam merupakan data lapangan sedangkan kurva warna biru merupakan kurva marge atau penyatuan. Kemudian klik “oke”


3.     Menentukan nilai rho dan ketebalan layer.
Gambar dibawah ini merupakan tampilan pengolahan data lapangan dengan kurva pendekatan secara komputasi. Garis warna biru merupakan nilai rho dari hasil komputasi, kurva warna merah merupakan kurva sintesis dan warna hitam merupakan data lapangan. Kolom sebelah kanan merupakan nilai rho (), ketebalan (h) dan kedalaman (d) dan (alt) kedalaman namun nilainya negatif. Langkah ini merupakan langkah yang penting dalam menentukan ketebalan dan nilai rho. Jika pengolahan dilakuakan dengan baik maka akan menghasilkan nilai error yang kecil.


4.     Menghitung lapisan batuan.
Dengan meng klik ikon berwarna hijau. 


Setelah diperoleh nilai error yang kecil kemudian klik “Point-inversion” dan “save”.



5.     Menampilkan penampang dua dimensi.
Langkah ini memerlukan data VES (satu dimensi) lebih dari satu. Caranya klik “file-add file” pilih data ves yang digunakan “open” dan “save”.


6.     Setelah menyimpan datanya kemudian akan muncul informasi mengenai profil data yang akan ditampilkan. Neme merupakan nama dari titik sounding. X merupakan jarak anatar titik, Z merupakan elevasi dari titik sounding. Setelah mengatur semuanya kemudian klik “ok”.


7.   Gambar di bawah merupakan hasil dari penggabungan dua profil cross section. Warna pada gambar tersebut menunjukan nilai rho, sumbu vertikal menunjukan nilai kedalaman dan sumbu horizontal menunjukan nilai jarak antar titik.



8.   Mengatur nilai kedalaman, skala warna rho, dan kedalaman maksimum maka klik “section-option”. Akan muncul section option untuk mengatur skala dan kedalaman.



9.     Pengaturan warna.

Skala warna dan kedalaman dapat diubah sesui dengan kembutuhan. Setelah itu klik “oke” maka skala warna rho akan berubah.

Thanks for reading & sharing Nyontek..??

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment